Sunday, August 05, 2007
Gado-gado, Blog IRT
Dimuat di Femina, no.32, 9 - 15 Agustus 2007

BLOG IRT
Sejak mempunyai anak, saya mengurangi, bahkan kemudian berhenti bekerja. Seiring dengan itu, kegiatan kongkow-kongkow dengan teman menjadi jauh sekali berkurang, kalau tidak dapat dikatakan betul-betul hanya sesekali. Bukan saja saya yang sibuk mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnnya (yang ternyata, aduh, bisa seperti tidak ada akhirnya), tapi juga karena teman-teman “seangkatan” rata-rata sedang sibuk hamil, melahirkan, atau mengurus anak seperti saya atau yang lainnya sibuk mengejar karir.
Saya dan teman-teman “kangen” bertegur sapa. Apalagi, ternyata berdiam di rumah tanpa ada partner yang bisa diajak berbincang dengan layak, lambat laun bikin stress juga. Para suami tidak dihitung karena suami saya atau teman-teman, rata-rata berangkat di pagi hari dan pulang malam hari. Tepat betul dengan waktu di mana biasanya kami, para ibu rumah tangga- sedang sibuk mengurus ini itu, atau justru sedang tertidur kelelahan setelah berkutat dengan segalatetek bengek rumah tangga, hahaha.
Maka, kemudian kami merubah pola komunikasi kami melalui email. Sehingga kami masih dapat saling mengirim kabar di sela-sela waktu luang kami. Bahkan, kemudian, kami membuat mailing list (milist). Ada milist almamater SMA, universitas, sehobi, dan milis khusus IRT. Akibatnya sungguh positif. Bukan saja pertemanan dengan kawan lama terjaga, kami bahkan mendapat banyak kawan baru yang nyata tapi maya. Bahkan, jika beruntung memiliki waktu luang yang sama, kami bahkan bisa ngobrol langsung dengan memanfaatkan fasilitas chating. Ini jelas jauh lebih murah dibanding lewat telepon, dan pastilah juga jauh lebih irit dibandingkan bila kami kopi darat karena umumnya jarak kami, para chatters ini, berjauhan. Beda kota, beda propinsi, bahkan beda negara.
Cuma, ya itu tadi….namanya juga milist IRT, topic obrolan pun apalagi kalau bukan soal anak dan masak memasak. Termasuk cerita heboh tentang “musibah” yang menimpa, Nina, pengantin baru yang merantau jauh ke negeri paman Sam. Ia sedang mempraktikkan cara membuat rendang dengan Bulan, salah satu anggota milis, sebagai mentor jarak jauhnya. Mendadak, bleb…! Kawasan tempat tinggal Bulan kebagian mati listrik. Padahal, nun jauh di sana, Nina baru saja memulai mengolah menu. Gagallah rendang terhidang.
Belakangan, arus email kami mulai lambat, kecuali utnuk membahas hal-hal penting saja. Kami lebih senang saling “mengunjungi” dan mengobrol lewat blog yang kami rasa lebih fleksibel dan asyik. Bayangkan! ketika jam “bebas tugas’ menjelang tengah malam, sementara saya belum juga dapat tidur, saya masih bisa bebas berkunjung ke “rumah” Nina, Bulan, Dina, dan lainnya tanpa takut mengganggu mereka.
Boleh dibilang blog menjadi wadah bagi kami untuk bertukar kisah, berbagi kabar, berkenalan (dan dikenal) orang lain. Blog seperti rumah kami. Bahkan ketika saya mulai melirik profesi penulis, blog menjadi semacam portfolio saya kepada para penerbit.
Tapi saya sempat minder tidak mempublikasikan blog saya pada teman-teman karena blog saya sangat sederhana. Hanya memanfaatkan template (lembar hias )gratisan Bahkan, ketika kemudian saya mulai bisa “pasang” segala asesoris diblog, saya tetap saja tertinggal oleh blog ibu-ibu lain yang –ternyata- canggih-canggih menghias blognya.
Akhirnya, dengan alasan – mendingan waktunya saya pakai untuk update isi blog daripada mengehiasnya- saya pun memanfaatkan jasa desainer web professional untuk me-redecor blog saya.Hebat kan ? Dan jangan salah, make over blog saya dilakukan secara online, melalui email dan chating karena Ria, disainer saya itu tinggal di Mesir sementara saya di Bogor, hahaha!

Labels: , ,

3 Comments:

At 9:41 PM, Anonymous Anonymous said...

hidup blogger !!!hidup blogspot hahaha.,template saya juga yg gratisan hehehe,saya lebih suka yg simple saja,kadang puyeng juga ngeliat design blog yg berkelap kelip bak lampi metropolitan wuakakakakaka

 
At 2:52 PM, Blogger lekye said...

cihuy, emak-emak tapi bisa bikin blog, lha aku aja lum bisa tuh, maklum deh anyar-an

 
At 11:59 PM, Blogger hari said...

Selamat ya Dian, udah 2 kali masuk Femina. Keep it simple, fresh and unique. I wish I can speak my thought in writing just like you do...

 

Post a Comment

<< Home